Pontianak, Kalimantan Barat – Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat menjadi sorotan publik setelah beredar video yang memperlihatkan peserta diduga menjawab pertanyaan dengan benar, namun dinilai salah oleh dewan juri.
Peristiwa tersebut memicu perdebatan di media sosial. Publik mempertanyakan objektivitas penilaian dalam ajang edukasi kebangsaan tersebut.
Dalam video yang beredar, poin pertanyaan justru diberikan kepada regu lawan, bukan kepada tim yang terlebih dahulu menjawab. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait profesionalisme dewan juri dan mekanisme penilaian dalam lomba yang mengusung nilai Empat Pilar MPR RI.
*Pengamat Nilai Kredibilitas Lomba Terdistorsi*
Pengamat Pendidikan Totok Amien menilai terdapat kekeliruan dalam proses penjurian yang berdampak pada kredibilitas penyelenggaraan.
“Inti persoalannya bukan hanya benar atau salahnya jawaban, tetapi juga kredibilitas lomba itu sendiri,” kata Totok, Jumat (15/5/2026), seperti dikutip http://SURYA.co.id dari http://Kompas.com.
Menurutnya, perbedaan aksen dan pengucapan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menggugurkan jawaban peserta. Hal ini terutama penting dalam kompetisi tingkat nasional yang melibatkan keragaman budaya dan daerah.
“Jika peserta disalahkan karena aksen yang tidak tertangkap juri, maka yang perlu dievaluasi adalah kepekaan juri terhadap keragaman bahasa,” ujarnya.
Totok juga menyoroti penggunaan alasan ‘artikulasi’ sebagai dasar penilaian. Ia khawatir hal itu dapat menimbulkan kesan diskriminatif terhadap peserta dari daerah tertentu.
“Alasan artikulasi tidak bisa dijadikan dalih jika pada dasarnya juri tidak memahami variasi aksen. Ini bisa terbaca sebagai arogansi budaya dominan,” lanjutnya.
*Bertentangan dengan Semangat Empat Pilar*
Totok menilai kontroversi ini ironis karena terjadi dalam lomba yang seharusnya meneguhkan nilai kebangsaan dan persatuan.
Ia mendorong penyelenggara dan dewan juri untuk melakukan evaluasi terbuka serta memberikan klarifikasi kepada publik agar kepercayaan terhadap ajang tersebut dapat dipulihkan.
TIM/Red
