Jakarta, 29 Juni 2026 – Seorang pengguna TikTok bernama Opiee mengaku menjadi korban pembajakan akun pada Minggu malam, 28 Juni 2026. Kejadian itu diketahui setelah akun miliknya tiba-tiba aktif di salah satu siaran langsung TikTok, padahal saat itu ia sudah terlelap tidur.
Berdasarkan keterangan Opiee, ia mulai beristirahat lebih awal sekitar pukul 20.30 WIB karena harus bekerja pada Senin pagi. Karena merasa mengantuk, ia mengunci pintu rumah dan langsung tidur tanpa mengisi daya telepon genggamnya hingga baterai habis.
Namun sekitar pukul 22.30 WIB, akun @opiee terpantau keluar-masuk sebanyak tiga kali di ruang siaran langsung milik akun "Kopi Hitam". Setelah itu, akun tersebut menetap di kursi tamu virtual yang disediakan host namun tidak memberikan respons saat disapa.
Kejanggalan semakin terlihat ketika terdengar suara laki-laki dari akun @opiee. Padahal, pemilik akun yang sebenarnya adalah seorang perempuan. Suara tersebut terdengar sayup-sayup seperti sedang bernyanyi dan mengabaikan sapaan dari host. Beberapa menit kemudian, akun tersebut melakukan mute secara mandiri hingga siaran langsung berakhir.
Pada Senin, 29 Juni 2026, Opiee mengaku terkejut setelah mendapat informasi dari teman sesama pengguna TikTok. Ia menegaskan tidak melakukan aktivitas tersebut. Hal itu dibuktikan dengan kondisi teleponnya yang mati total karena kehabisan baterai sejak malam sebelumnya.
Untuk memastikan kebenaran kejadian, Opiee kemudian menghubungi pengelola akun "Kopi Hitam". Pihak "Kopi Hitam" membenarkan adanya kejadian tersebut, namun mengaku tidak mengetahui identitas laki-laki yang menggunakan akun Opiee saat itu.
*Diduga Dibajak Hacker*
Analisis sementara mengarah pada dugaan pembajakan akun oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hingga saat ini, motif pelaku masih belum diketahui.
*Imbauan Keamanan Digital*
Menanggapi kejadian itu, Opiee mengimbau seluruh pengguna media sosial untuk lebih waspada.
"Tingkatkan keamanan akun pribadi kalian masing-masing agar tidak mengalami hal yang sama seperti saya," ujar Opiee.
Pakar keamanan siber menyarankan pengguna untuk segera mengaktifkan verifikasi dua langkah, mengganti kata sandi secara berkala dengan kombinasi yang kuat, serta memeriksa perangkat yang terhubung ke akun untuk mencegah kejadian serupa.
