Bertemu Aktivis Pati di Lembur Pakuan, Dedi Mulyadi: Aksi Kalian Jaga Konstitusi

 


SUBANG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima kedatangan sejumlah aktivis asal Pati, Jawa Tengah, di kediamannya Lembur Pakuan, Subang, Selasa 2 September 2026. 


Salah satu tokoh yang hadir adalah Supriyono yang akrab disapa Botok. Botok dikenal sebagai salah satu penggerak aksi masyarakat Pati yang sempat viral beberapa waktu lalu.


Pertemuan itu dibagikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya. Dalam video berdurasi singkat tersebut, Dedi tampak mengenakan baju putih lengkap dengan ikat kepala khas Sunda. Di belakangnya berdiri Botok bersama belasan aktivis Pati lainnya.


Suasana berlangsung cair dan penuh keakraban. Sebagai bentuk penghormatan, Dedi dan para aktivis meneriakkan yel-yel khas Pati.


“Pati!” teriak Dedi sambil mengepalkan tangan.


“Ora Sepele!” sahut Botok dan rombongan dengan kompak.


Apresiasi untuk Gerakan Sipil yang Tertib


Dedi mengaku sengaja mengundang para aktivis untuk berdiskusi. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Botok dan kawan-kawan karena dinilai mampu menggerakkan masyarakat dengan cara tertib dan konstitusional.


“Saya mengapresiasi perjuangan kawan-kawan dari Pati. Aksi kalian mengingatkan para penyelenggara negara untuk kembali pada konstitusi dan supremasi hukum,” kata Dedi.


Menurutnya, suara masyarakat sipil adalah penyeimbang kekuasaan. Selama disampaikan dengan cara damai, kritik dan tuntutan publik justru memperkuat demokrasi.


Dalam kesempatan itu Dedi juga menyinggung pembahasan RUU Perampasan Aset yang saat ini masih mangkrak di DPR. Ia berharap RUU tersebut segera disahkan agar menjadi payung hukum memberantas korupsi hingga ke akar.


“Kalau kita serius memberantas korupsi, RUU Perampasan Aset harus segera disahkan. Jangan tunda-tunda lagi,” tegasnya.


Pertemuan ini menjadi bukti adanya ruang dialog terbuka antara kepala daerah dan kelompok masyarakat sipil. Dedi menutup pertemuan dengan mengajak para aktivis untuk terus mengawal kebijakan publik, namun tetap mengedepankan cara-cara yang santun dan tidak anarkis.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama