SOLOK — Bencana galodo atau banjir lahar dingin menerjang kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hingga malam hari.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, aliran galodo membawa material berupa lumpur pekat, batu-batu berukuran besar dan kecil, ranting pohon, serta berbagai material lainnya yang meluncur deras dari kawasan hulu menuju area perkantoran pemerintah daerah.
Derasnya arus menyebabkan material banjir masuk ke lingkungan Kompleks Kantor Bupati Solok dan meluber hingga ke ruas Jalan Raya Solok–Padang yang berada tepat di depan kawasan tersebut. Sejumlah titik badan jalan dilaporkan tertutup lumpur dan bebatuan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas kendaraan yang melintas.
Berdasarkan video dan foto yang beredar di masyarakat serta pantauan awak media, terlihat aliran air berwarna cokelat pekat bercampur batu dan lumpur bergerak dengan kecepatan tinggi. Suara gemuruh material yang terbawa arus terdengar cukup keras dan menimbulkan kepanikan warga di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya, terutama bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari. Selain mengurangi jarak pandang, material yang menutupi badan jalan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera ditangani.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai luas area terdampak maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Belum terdapat laporan terkait korban jiwa maupun korban luka-luka.
Sementara itu, masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan pembersihan material yang menutupi jalan serta melakukan kajian terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Solok masih berpotensi diguyur hujan.
Warga yang berada di sekitar kawasan Arosuka dan pengguna jalan yang melintasi jalur Solok–Padang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengendara juga disarankan mencari jalur alternatif apabila kondisi lalu lintas terganggu akibat penumpukan material galodo.
Perkembangan terkait dampak bencana, proses penanganan, serta data resmi dari pihak berwenang akan terus dipantau dan diperbarui seiring masuknya informasi terbaru dari lapangan.
