Andre Rosiade Rangkul Niniak Mamak Agam, Dorong Percepatan Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi

 


AGAM – Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, turun langsung menemui masyarakat dan niniak mamak di Kabupaten Agam guna membangun kesepahaman terkait rencana pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi yang menjadi bagian dari konektivitas Tol Sumatera Barat–Riau.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan infrastruktur strategis nasional itu berjalan lancar dan memperoleh dukungan masyarakat. Andre menegaskan, pembangunan jalan tol tidak hanya bertujuan mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta investasi di Sumatera Barat.

Sejak awal pembangunan Tol Padang–Sicincin, Andre mengaku terus mengawal berbagai tahapan proyek tersebut agar dapat tersambung hingga ke wilayah Bukittinggi dan selanjutnya terhubung dengan jaringan transportasi yang mendukung konektivitas Sumbar dan Riau.

Dalam beberapa waktu terakhir, pembangunan ruas tol tersebut menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pembebasan lahan dan kekhawatiran sebagian masyarakat yang terdampak oleh rencana trase jalan tol. Untuk menjembatani berbagai aspirasi tersebut, Andre memilih berdialog secara langsung dengan para pemangku adat, pemerintah daerah, serta warga setempat.

Pertemuan yang berlangsung di Kecamatan Sungai Pua dan Banuhampu, Kabupaten Agam, Kamis (17/9/2026), dihadiri sejumlah pihak terkait, termasuk Wakil Bupati Agam, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, PT Hutama Karya, serta Balai Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum.

“Alhamdulillah, bersama Wakil Bupati Agam, Kadis Perkimtan Pemprov Sumbar, Dirut Hutama Karya, dan Balai Jalan Nasional Kementerian PU, kami berdialog langsung dengan niniak mamak, wali nagari, dan masyarakat Kecamatan Sungai Pua dan Banuhampu, Kabupaten Agam,” ujar Andre Rosiade melalui akun media sosial resminya.

Dalam dialog tersebut, berbagai aspek pembangunan dibahas secara terbuka, termasuk rencana pembangunan ruas Tol Sicincin–Bukittinggi dan akses jalan penghubung (bypass) dari Exit Tol Pasar Amor menuju Simpang Taluak dengan panjang sekitar 6,5 kilometer.

Andre menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memperhatikan kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga. Menurutnya, keberadaan jalan tol akan memangkas waktu tempuh, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Selain itu, konektivitas yang semakin baik diyakini akan membuka peluang baru bagi sektor pariwisata Sumatera Barat, khususnya kawasan Agam dan Bukittinggi yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Pulau Sumatera.

“Pembangunan harus terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Ini bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat,” kata Andre.

Ia berharap komunikasi yang baik antara pemerintah, pelaksana proyek, tokoh adat, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan persuasif.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat di masa mendatang.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama